Punya jadwal padat tapi tetap ingin tubuh sehat? Atau ingin coba stop badminton dulu sebentar dan coba kenalan dengan HIIT (High Intensity Interval Training), salah satu metode olahraga yang populer karena bisa memberikan hasil maksimal dalam waktu minim!
Kita akan bahas secara lengkap tentang apa itu HIIT, manfaatnya, komponen utamanya, tips latihan HIIT, apakah HIIT memang lebih membakar kalori, dan yang menarik: apakah HIIT lebih baik dibanding olahraga berintensitas tinggi seperti badminton? Yuk simak!
Apa Itu Latihan HIIT?
HIIT adalah singkatan dari High Intensity Interval Training, yaitu jenis latihan yang mengkombinasikan periode latihan intens yang benar-benar maksimal dengan periode istirahat atau aktivitas ringan yang singkat. Pola ini diulang berkali-kali dalam satu sesi latihan yang biasanya hanya berkisar 10–30 menit saja.
Secara sederhana, kamu bisa bayangkan seperti ini: kamu melakukan lari cepat selama 30 detik (high intensity) kemudian jalan santai atau istirahat 15–60 detik (rest), lalu ulangi kembali, begitu seterusnya hingga selesai jadwal latihan. Kombinasi ini memaksa tubuh bekerja keras dalam waktu singkat, tapi hasilnya terasa besar karena intensitasnya tinggi.
Karena sifatnya yang pendek dan intens, HIIT sering disebut sebagai salah satu solusi olahraga paling efisien bagi kamu yang sibuk, waktunya singkat tetapi manfaatnya optimal.
Manfaat Olahraga HIIT
Latihan HIIT punya banyak manfaat untuk kesehatan dan kebugaran, terutama buat kamu yang punya waktu terbatas di tengah kesibukan. Beberapa manfaatnya antara lain:
1. Membantu Pembakaran Kalori dan Lemak Lebih Cepat
HIIT terbukti dapat membuat tubuh membakar kalori lebih banyak dalam waktu singkat dibanding latihan biasa, bahkan setelah kamu selesai latihan pun tubuh masih terus membakar kalori karena efek afterburn atau excess post-exercise oxygen consumption (EPOC).
2. Efisiensi Waktu Bagi Kamu yang Sibuk
Karena durasi tiap sesi latihan HIIT umumnya singkat (15–30 menit), metode ini sangat cocok bagi kamu yang jadwalnya padat dan sulit meluangkan waktu untuk olahraga panjang.
3. Meningkatkan Kebugaran Kardio dan Daya Tahan Tubuh
Sebuah sesi HIIT yang konsisten bisa membantu meningkatkan kemampuan kardiovaskular, alias kemampuan jantung dan paru-paru kamu bekerja lebih efisien dalam aktivitas fisik.
4. Mempercepat Metabolisme
HIIT tidak hanya bekerja saat kamu latihan, tetapi juga meningkatkan metabolisme tubuh sehingga pembakaran kalori bisa berlangsung lebih cepat bahkan ketika kamu sudah selesai berolahraga.
Komponen Utama Latihan HIIT
Supaya HIIT yang kamu lakukan benar-benar efektif dan aman, penting mengetahui komponen utamanya:
1. Pemanasan (Warm-Up)

Sebelum masuk latihan utama HIIT, tubuh perlu warm-up sekitar 5 menit untuk menyiapkan otot, sendi, dan detak jantung agar lebih siap bekerja keras.
2. Bagian Intensitas Tinggi

Di bagian ini kamu melakukan aktivitas fisik sekeras mungkin seperti sprint, burpee, jumping jack, squat jump, atau gerakan intens lainnya dalam waktu singkat (misalnya 20–40 detik).
3. Istirahat atau Intensitas Ringan
Setelah periode intens, tubuh diberi jeda istirahat singkat atau aktivitas ringan untuk pemulihan sebelum memulai interval berikutnya.
4. Pendinginan (Cool-Down)
Setelah semua interval selesai, penting untuk melakukan gerakan pendinginan sekitar 5–10 menit agar detak jantung kembali normal dan mencegah pegal otot setelah olahraga.
Apakah HIIT Lebih Membakar Kalori?
Apakah HIIT benar-benar lebih efektif membakar kalori dibanding olahraga biasa? Jawabannya bisa ya, tergantung intensitas dan konteksnya.
Penelitian menunjukkan bahwa dalam durasi yang sama, HIIT cenderung membakar lebih banyak kalori dibanding latihan moderat karena tubuh bekerja lebih keras dalam periode intens.
Selain itu, efek afterburn juga membuat tubuh tetap membakar kalori hingga beberapa jam setelah latihan berakhir, suatu fenomena yang tidak sekuat pada latihan moderat biasa.
HIIT vs Badminton
Sekarang pertanyaan yang banyak muncul: mana yang lebih baik? HIIT atau olahraga seperti badminton?
1. HIIT
- Efisien dalam waktu singkat (ideal bagi orang yang sibuk)
- Membakar kalori dan lemak efektif dalam durasi pendek
- Meningkatkan kebugaran jantung dan metabolisme
- Cocok sebagai latihan tambahan atau rutin mingguan untuk meningkatkan daya tahan, stamina, dan pembakaran kalori
2. Badminton
- Kombinasi kardio, refleks, kelincahan, dan koordinasi tubuh
- Efektif untuk melatih keseluruhan tubuh secara dinamis
- Memberi variasi latihan fisik yang menyenangkan
- Biasanya lebih lama durasinya dibanding HIIT
Kamu Lebih Suka HIIT atau Badminton?
Latihan HIIT adalah metode olahraga yang sangat cocok untuk orang sibuk, karena padat manfaat tapi singkat durasinya. Dengan kombinasi periode intens dan istirahat singkat, HIIT dapat membantu kamu membakar kalori lebih cepat, meningkatkan kebugaran kardio, mempercepat metabolisme dan salah satu cara meningkatkan stamina.
Dibanding olahraga berintensitas tinggi seperti badminton, HIIT lebih efisien dari segi waktu dan tetap memberikan hasil kebugaran yang kuat. Namun, badminton tetap punya nilai tersendiri karena memberikan variasi aktivitas fisik yang menyeluruh dan menyenangkan.
Idealnya, kamu bisa memadukan keduanya dalam rutinitas olahraga: HIIT untuk menjaga kebugaran secara efisien dan badminton sebagai aktivitas fisik yang menyenangkan sekaligus menantang fisik dan mental. Kamu bisa bermain badminton saat weekend jika dirasa terlalu sibuk.
Admindo pribadi tentunya lebih memilih badminton ya tetapi jika waktu tidak memungkinkan tentu harus digantikan dengan olahraga lain seperti HIIT. Kamu bisa mulai dengan latihan yang simple dengan interval yang pendek di awal, jangan terlalu memaksakan tubuh.
FAQ
Ya, HIIT bisa dilakukan pemula dengan pola interval yang lebih ringan terlebih dahulu, dan meningkatkan intensitas sejalan waktu dan kemampuan tubuh membaik.
Biasanya 2–4 kali seminggu cukup, tergantung intensitas dan kondisi tubuhmu. Pastikan ada waktu istirahat antar sesi untuk pemulihan otot.
Karena intensitasnya tinggi, HIIT memang menantang. Tapi durasinya singkat — ini yang bikin HIIT cocok buat orang sibuk yang ingin tetap sehat.
Dalam banyak kasus, iya. Karena intensitasnya tinggi dan efek afterburn membuat tubuh terus membakar kalori setelah latihan.
Tidak harus menggantikan, tetapi HIIT bisa jadi pelengkap yang baik untuk meningkatkan stamina, sehingga kamu bisa bermain badminton lebih tahan lama tanpa cepat capek.


Leave a Reply