Beberapa tahun belakangan ini, banyak olahraga yang sedang naik daun sebut saja pilates, lari, billiard hingga padel. Kali ini kita akan membahas spesifik tentang padel, lapangan padel bermunculan di kota-kota besar dengan cepat dan kebanyakan orang yang hobi permainan raket seperti badminton, tenis, mencoba olahraga padel ini.
Raket padel memiliki karakter yang sangat berbeda, baik dari segi bentuk, material, hingga cara penggunaannya. Admindo akan membahas lengkap tentang raket padel, apa perbedaannya dengan badminton, spesifikasi hingga tips memilihnya.
Mengenal Olahraga Padel
Padel adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash. Permainan ini biasanya dimainkan ganda (2 vs 2) di lapangan berdinding kaca dan besi. Bola boleh memantul ke dinding, sehingga reli cenderung lebih panjang dan permainan terasa lebih strategis dibanding sekadar adu power .
Karena sifat permainannya yang fun, sosial, dan relatif mudah dipelajari, padel sering dianggap lebih ramah pemula dibanding badminton atau tenis.
Perbedaan Raket Padel dan Raket Badminton
Walaupun sama-sama disebut “raket”, raket padel dan badminton sebenarnya sangat berbeda.
1. Bentuk Raket
Raket badminton memiliki bingkai oval dengan senar, sedangkan raket padel tidak menggunakan senar sama sekali. Permukaannya solid dan berlubang-lubang kecil.
Lubang pada raket padel berfungsi untuk mengurangi hambatan udara dan membantu kontrol bola, terutama saat bola memantul dari dinding.
2. Ukuran dan Panjang
Raket padel umumnya lebih pendek, dengan panjang sekitar 45–47 cm, sementara raket badminton bisa mencapai 66–68 cm. Kepala raket padel juga lebih tebal karena di dalamnya terdapat inti busa EVA (Ethylene-Vinyl Acetate).
3. Berat
Raket badminton biasanya ringan, berkisar 80–90 gram (tanpa senar). Sebaliknya, raket padel jauh lebih berat, rata-rata berada di kisaran 340–390 gram .
4. Cara Bermain
Badminton menuntut kecepatan refleks, loncatan, dan ayunan cepat. Padel lebih menekankan kontrol, penempatan bola, kerja sama tim, dan strategi, sehingga raketnya pun didesain untuk stabilitas, bukan hanya kecepatan ayunan .
Jenis-Jenis Raket Padel Berdasarkan Bentuk
Dalam dunia padel, bentuk raket sangat mempengaruhi karakter permainan. Secara umum, ada tiga jenis utama:
1. Raket Padel Round (Bulat)
Bentuk round memiliki sweet spot lebar yang terletak di tengah permukaan raket. Jenis ini menawarkan kontrol tinggi dan minim kesalahan pukulan.
Raket round sangat direkomendasikan untuk pemula, karena lebih mudah dikendalikan dan membantu mengurangi kesalahan teknis .
2. Raket Padel Teardrop (Tetes Air)
Bentuk ini merupakan kombinasi kontrol dan power. Sweet spot-nya sedikit lebih ke atas dibanding round, sehingga menghasilkan pukulan yang lebih bertenaga tanpa mengorbankan stabilitas.
Jenis teardrop cocok untuk pemain intermediate yang sudah mulai percaya diri dengan teknik dasar.
3. Raket Padel Diamond
Diamond memiliki sweet spot di bagian atas raket. Karakter ini menghasilkan power maksimal, namun kontrolnya lebih menantang.
Raket diamond biasanya dipilih oleh pemain berpengalaman atau agresif, bukan untuk pemula.
Jenis Material Raket Padel
Selain bentuk, material raket padel juga sangat berpengaruh pada feel dan performa permainan.
1. Fiberglass

Fiberglass sering digunakan pada raket pemula. Material ini lebih lentur, memberikan feel lembut, dan lebih mudah dikontrol.
Keunggulan fiberglass adalah harganya relatif terjangkau dan ramah bagi pemain baru .
2. Carbon (3K, 12K, 18K, 24K)

Carbon digunakan pada raket kelas menengah hingga profesional. Semakin tinggi angka “K”, semakin padat dan responsif permukaannya.
Material ini menghasilkan power dan akurasi tinggi, tetapi biasanya lebih kaku dan kurang forgiving untuk pemula .
3. EVA Foam (Core)

Bagian inti raket padel umumnya menggunakan EVA foam. EVA soft memberikan kontrol dan kenyamanan, sementara EVA hard lebih responsif dan bertenaga.
Berat dan Spesifikasi Raket Padel
Berat ideal raket padel umumnya berada di rentang 350–370 gram untuk pemula. Berat ini cukup stabil tanpa membuat tangan cepat lelah .
Spesifikasi umum raket padel meliputi:
- Berat: 340–390 gram
- Ketebalan: ±38 mm
- Balance: low, medium, atau high
- Permukaan: halus atau bertekstur (untuk spin)
Balance rendah lebih nyaman untuk kontrol, sedangkan balance tinggi memberikan tambahan power.
Tips Memilih Raket Padel untuk Pemula
Agar tidak salah beli, berikut beberapa tips penting untuk pemula:
1. Pilih Bentuk Round
Bentuk round paling aman karena sweet spot luas dan mudah dikontrol.
2. Perhatikan Berat
Pilih raket di kisaran 350–370 gram agar tangan tidak cepat pegal dan risiko cedera lebih kecil.
3. Utamakan Kenyamanan
Jangan hanya tergiur merek atau desain. Raket yang nyaman akan membantu adaptasi lebih cepat di lapangan.
4. Gunakan Material Fiberglass atau Carbon Rendah
Material ini lebih mudah diadaptasi dan cocok untuk tahap belajar.
5. Konsultasi dengan Coach atau Pemain Berpengalaman
Masukan dari pemain berpengalaman bisa membantu memilih raket sesuai gaya bermainmu.
Kamu Pernah Coba Main Padel?
Perbedaan raket padel dan badminton bukan hanya soal bentuk, tetapi juga filosofi permainan. Padel menekankan kontrol, strategi, dan kerja sama, sehingga raketnya dirancang solid, stabil, dan forgiving. Dengan memahami jenis raket padel, material, berat, dan tips memilihnya, kamu bisa menikmati proses belajar padel dengan lebih nyaman dan minim cedera.
Padel merupakan permainan yang menyenangkan, yang tidak menyenangkan hanya harganya yang cukup mahal. Di daerah Admindo saja, per jam nya itu sekitar Rp 250.000 – Rp 300.000 tergantung lapangannya, ini belum termasuk bola dan raket.
Memahami beda permainan padel dan badminton akan membantu kamu menentukan olahraga mana yang paling sesuai dengan gaya bermain dan kebutuhanmu. Setelah mengenal padel lebih dalam, tak ada salahnya juga menambah wawasan seputar badminton, mulai dari tips memilih raket badminton yang sesuai level permainan, hingga mengenal berbagai jenis raket badminton agar performa di lapangan semakin optimal dan nyaman.
FAQ
Tidak. Raket padel dan badminton memiliki desain dan fungsi yang sangat berbeda.
Umumnya mulai dari Rp1,2 juta hingga Rp2 juta, tergantung merek dan material.
Boleh, asalkan carbon-nya tidak terlalu kaku dan tetap nyaman dikontrol.
Raket dengan berat menengah (350–370 gram) adalah pilihan paling aman.


Leave a Reply