Mungkin diantara kamu ada yang bingung dalam memilih raket premium 88D Pro vs 100 ZZ dari Yonex. Raket ini begitu populer di kalangan pemain menyerang memang keduanya di desain lebih condong untuk pemain menyerang. Bagi kamu yang masih bingung, artikel ini akan membantu kamu untuk memilih kedua raket premium ini!
Spesifikasi 88D Pro vs 100 ZZ
Pertama-tama mari kita bahas spesifikasinya terlebih dahulu, spesifikasi ini akan memudahkan kamu melihat mana yang kira-kira cocok dengan gaya bermain kamu.
1. Yonex Astrox 88D Pro

- Jenis: Head-heavy balance (kepala raket terasa agak lebih berat)
- Shaft : Stiff (kaku) atau menurut beberapa review agak lebih fleksibel dibanding 88D generasi lama.
- Berat: Tersedia dalam varian 4U (±83 g) atau 3U (±88 g) tergantung spesifikasi regional.
- String tension: untuk 4U biasanya direkomendasi sekitar 20-28 lbs, untuk 3U sedikit lebih tinggi.
- Teknologi: Mengusung teknologi seperti Rotational Generator System, 2G-NAMD (pada generasi terakhir) untuk memberi sensasi pukulan yang lebih kuat dan rebound cepat.
- Fokus: Dirancang untuk game yang menekankan pukulan kuat dari belakang court (smash, clear) dan kontrol yang baik.
2. Yonex Astrox 100 ZZ

- Jenis: Juga head-heavy, tapi sering dikatakan memiliki keseimbangan yang sedikit berbeda dari 88D (termasuk feel yang sedikit “lebih cepat” atau “lebih all-round”)
- Shaft: Extra Stiff — lebih kaku dari 88D Pro.
- Berat: Varian 4U (±83 g) dan 3U (±88 g) juga tersedia.
- String tension: Sama rentang rekomendasi yakni sekitar 20-28 lbs (4U) dan sedikit lebih untuk 3U.
- Teknologi: Juga memakai 2G-NAMD, Rotational Generator System, serta diklaim memberikan kombinasi power dan kontrol yang sangat baik.
- Fokus: Lebih ke arah “power + kontrol premium” dengan feel yang sedikit lebih “halus” dibanding raket yang hanya fokus smash.
Keunggulan 88D Pro vs 100 ZZ
Sebelumnya Admindo pernah membahas kelebihan dan kekurangan Yonex Astrox 100 ZZ, kali ini kita akan fokus pada keunggulan kedua raket ini :
1. Astrox 88D Pro
- Smash & back-court play: Karena head-heavy dan teknologi yang mendukung rebound, raket ini sangat cocok untuk pemain yang sering berada di belakang lapangan dan ingin pukulan keras. (Clear, smash)
- Sweet spot besar & rally panjang: 88D Pro memiliki sweet spot yang cukup “ramah” untuk pukulan keras dan drive cepat.
- Lebih “terima” jika teknik belum sempurna: Karena kombinasi feel-nya lebih toleran dibanding raket ultra-kaku, untuk pemain yang masih mengasah teknik bisa jadi lebih nyaman.
2. Astrox 100 ZZ
- Kontrol premium: Karena shaftnya extra stiff dan teknologi superior, kontrol shuttle (termasuk drop, net play, perubahan tempo) terasa sangat halus.
- All-rounder top class: raket ini cocok untuk pemain yang menginginkan keseimbangan antara smash keras, net play, dan adaptasi cepat di lapangan.
- Respons cepat: Meskipun head-heavy, 100 ZZ punya kecepatan gerakan yang sangat bagus, terutama untuk pemain yang tekniknya sudah sangat baik.
Harga : 88D Pro vs 100 ZZ
Harga menjadi salah satu faktor krusial. Berikut perkiraan harga (per November 2025) untuk memberikan gambaran. Namun tentu saja harga bisa berbeda tergantung toko, varian (3U vs 4U) hingga stock.
- Astrox 88D Pro: sekitar Rp 2.500.000 – Rp 3.000.000 untuk varian baru di toko-premium Indonesia..
- Astrox 100 ZZ: berada di kisaran Rp 3.500.000 – Rp 4.000.000 atau lebih, tergantung varian dan ketersediaan.
Mana yang Bagus Untuk Pemula?
Bagi pemula yang baru mulai serius bermain dan belum memiliki teknik atau fisik matang, kontrol dan toleransi kesalahan lebih penting daripada kekuatan smash. Pemula juga cenderung belum siap berinvestasi besar pada raket mahal dan mungkin cepat lelah jika memakai raket yang terlalu berat di kepala.
Dari dua model, Yonex Astrox 88D Pro lebih cocok untuk pemula karena lebih mudah dikendalikan, punya tenaga smash memuaskan, dan harganya lebih terjangkau. Namun, karena tetap tergolong “head-heavy”, raket ini membutuhkan teknik dan kekuatan tangan yang cukup agar tidak cepat membuat lelah.
Sementara itu, Yonex Astrox 100 ZZ cocok untuk pemula yang sudah punya dasar teknik cukup baik dan ingin raket jangka panjang yang bisa “naik level” bersama kemampuan mereka dengan catatan siap menyesuaikan teknik dan memiliki anggaran lebih.
Kamu Cocok yang Mana?
100 ZZ dapat disimpulkan lebih sulit “ditaklukkan” karena memang extra stiff membutuhkan kekuatan tangan yang lebih kuat agar power dapat tergenerate secara maksimal. Berbeda dengan Astrox Pro yang masih cocok jika digunakan oleh pemula dibanding 100 ZZ.
Jika kamu merasa raket di atas tidak cocok dengan gaya permainan kamu. Ada banyak raket Astrox terbaik yang bisa kamu pertimbangkan tentunya dengan harga yang beragam.
Kalau merasa raket di atas over budget, kamu bisa melihat rekomendasi dan review raket dari berbagai brand lain yang telah Admindo rangkum untuk kamu!
Badmindo akan terus berusaha membuat artikel menarik dan informatif seputar badminton. Jadi dukung kami, jika kamu memang suka dengan artikel atau website Badmindo!
FAQ
Tidak “jauh lebih baik” dalam semua aspek — hanya lebih “tingkat premium” dari sisi teknologi, kontrol, kenyamanan bagi pemain yang sangat matang tekniknya.
Untuk ganda, raket yang manuvernya cepat sangat membantu. Astrox 100 ZZ mungkin memberi kontrol yang lebih baik dan respons cepat untuk net & drive. Namun jika kamu masih di level pemula atau menengah, Astrox 88D Pro sudah cukup bagus. Asal kamu nyaman dengan feel-nya dan latihan footwork serta stamina cukup.
Bisa cocok, tapi ada tantangannya: Head-heavy membuat kepala raket terasa lebih berat di tangan/pergelangan. Yang mana membutuhkan kontrol serta teknik yang baik agar tidak kelelahan atau gerakan menjadi lambat.
Beberapa tanda kamu siap upgrade: teknik dasar sudah sangat baik (smash, drive, net play, footwork), fisik dan stamina memadai, sering merasa “raket kurang men-support permainan saya”, dan budget tersedia.


Leave a Reply